MANAJEMEN KELAS

A.    Konsep manajemen kelas
Manajemen kelas merupakan isu penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah namun sering tidak terlalu diperhatikan hakikat sebenarnya dari manajemen kelas di sekolah. Banyak ahli pendidikan telah memberikan batasan atau pengertian classroom management atau pengelolaan kelas. Keberagaman pengertian dan batasan dari manajeman kelas menunjukkan kompleksnya permasalahan dan aktivitas yang tercakup di dalamnya
Darling-Hammond (2005: 330 – 332) memaparkan pengertian manajemen kelas sebagai suatu aksi yang dilakukan guru dalam menciptakan dan memelihara lingkungan belajar agar tetap kondusif bagi siswa dan guru untuk mecapai tujuan instruksional. Untuk dapat menciptakan dan memelihara lingkungan belajar seperti itu, guru harus mempunyai beragam pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkannya secara efektif membuat struktur lingkungan belajar yang kondusif, merancang prosedur dan aturan pembelajaran, mengembangkan hubungan baik dengan siswa dan meningkatkan perhatian pada aktivitas akademik yang dikelolanya.
                Jadi manajemen kelas sangat di perlukan untuk penyelenggaraan pendidikan bagi guru untuk menciptakan dn memelihara lingkungan belajar agar tetap kondusif baik untuk guru maupun untuk siswa

     B.      TUJUAN MANAJEMEN KELAS
Dalam proses manajemen kelas keberhasilannya dapat dilihat dari tujuan apa yang ingin dicapainya, oleh karena itu guru harus menetapkan tujuan apa yang hendak dicapai dengan kegiatan manajemen kelas yang dilakukannya. Secara umum, manajemen kelas bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan tersebut akan dapat berjalan efektif dan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. 8 Menurut Sudirman dkk., tujuan manajemen kelas adalah menyediakan fasilias dari bermacam-macam kegiatan belajar peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan peserta didik belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberi kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi. 9
Tujuan manajemen kelas menurut Direktorat Jenderal Pemerintah Umum dan Otonomi Daerah dan Diretorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana dikutip oleh Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, sebagai berikut;10
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung adan memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas.
4. Membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya. Sedangkan secara lebih khusus Syaiful Bahri Djamarah yang dikutip oleh Novan Ardi Wiyani, mengungkapkan tujuan manajemen kelas sebagai berikut: 11
                     1. Untuk peserta didik
a. Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri.
b. Membantu peserta didik mengetahui perilaku yang sesuai dengan tata tertib PENGARUH IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS (AHMAD AFIIF DAN RIDWAN IDRIS) 135 kelas dan memahami jika teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c. Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas dan pada kegiatan yang diadakan.

2. untuk guru

a. Mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
b. Menyadari kebutuhan peserta didik dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada peserta didik.
c. Mempelajari bagaimana merespons secara efektif terhadap tingkah laku peserta didik yang mengganggu.
d. Memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungannya dengan masalah perilaku peserta didik yang muncul di dalam kelas.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan kondisi suatu kelas menjadi lingkungan belajar yang kondusif, efektif dan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.
                Jadi tujuan manajemen kelas sangat di perlukan oleh guru dan siswa agar tercapai tujuan dari pembelajaran dan siswa memahami yang di berikan oleh guru
     C.      Proses manajemen kelas
Manajemen kelas dikatakan menarik, karena pada satu sisi memerlukan kemampuan pribadi dan ketekunan menghadapi, sedangkan di sisi lain pihak manajemen kelas sangat menentukan berhasil tidaknya pencapaian tujuan intruksional yang telah ditentukan. Oleh karena itu, guru merupakan kunci keberhasilan dalam manajemen proses belajar mengajar. Dengan demikian maka prosedur manajemen kelas merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan pekerjaan manajemen kelas itu dengan baik. Hal ini mengandung pengertian bahwa langkah-langkah yang akan diambil itu harus didahului dengan suatu pertimbangan yang matang setelah itu mulai merencanakan serta merumuskan langkah-langkah yang dilaksanakan. Adapun prosedur manajemen kelas dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:

a.       Prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan. Dimensi proses pencegahan merupakan langkah-langkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur siswa, fasilitas, atau format belajar mengajar yang tepat yang mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Langkah-langkah prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan adalah sebagai berikut:
1.       Peningkatan kesadaran diri sebagai guru. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah strategis karena akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
2.       Peningkatan kesadaran tanggung jawab siswa. Untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa perlu diberikan pengertian tentang kewajiban dan hak-haknyasebagai anggota kelompok/kelas. Saling pengertian akan meningkatkan kerjasama antara guru dan siswa.
3.       Sikap tulus dari guru. Guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa. Karena sikap dan tindakan demikian sangat membantu dalam manajemen kelas.
4.       Mengenal dan menentukan alternatif manajemen.
b.      Prosedur manajemen kelas dimensi penyembuhan.
Langkah-langkah tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat menggangu proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Langkah-langkah prosedur manajemen kelas dimensi penyembuhan adalah sebagai berikut: .
1.      Menganalisis masalah. Menyimpulkan latar belakang penyimpangan dan selanjutnya menentukan alternatif penanggulngannya.
2.      Menilai alternatif-alternatif pemecahan. Menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang tepat dalam menanggulangi masalah.
jadi proses manajemen kelas di mulai dari kesadaran guru,sikap guru dan siswa perlu kesadaran dan tanggung jawab nya

     D.      Strategi manajemen kelas
Strategi pengelolaan kelas adalah pola atau siasat, yang menggambarkan  langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan  menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Suwardi (2013:217), suasana sekolah dinyatakan kondusif apabila warga sekolah merasakan adanya kenyamanan, ketentraman, kemesraan, kegembiraan dan antusias dalam pelaksanaan pembelajaran. Sekolah memastikan sarana prasarana seperti kursi, meja, lemari yang terdapat di sekolah adalah sesuai dengan kebutuhan. Bangunan sekolah dan ruangan kelas yang dilengkapi ventilasi udara yang baik dan dilengkapi  penerangan  yang  mencukupi dan suasana  yang sunyi  sehingga peserta didik  merasa nyaman ketika pembelajaran berlangsung di kelas.
    Iklim kelas yang kondusif merupakan pertimbangan utama dan memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Iklim belajar kondusif harus ditunjang oleh beberapa fasilitas yang menyenangkan demi kelancaran proses pembelajaran. Seperti sarana, penataan kelas, laboratorium untuk praktek, pengaturan lingkungan belajar, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik sendiri, serta penataan organisasi dan bahasan pembelajaran secara tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik. Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang memacu atau menghambat belajar.
Gunawan (2004:156) mengernukakan tiga elemen penting dalam komunikasi supaya proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, yaitu :
1.      Konten
Konten merupakan bagian guru, dimana semua materi dapat dipersiapkan dengansebaik-baiknya. Konten tidak hanya menyangkut informasi yang disampaikan tetapi juga mencakup kemampuan membina hubungan dengan murid, membangkitkanmotivasi, memberikan nilai tambah dan rasa ingin tahu.
2.      Penyampaian Informasi
Meliputi media penyampaian informasi, kontak mata, suara, ekspresi wajah maupungerak tubuh.
3.      Konteks
Konteks merupakan kondisi atau situasi yag terlibat meliputi suasana hati yang berlakudi kelas dan di sekolah.Secara lebih luas
Menurut Catharina ada beberapa strategi motivasi belajar antara lain sebagai berikut:
a.    Membangkitkan minat belajar
Pengaitan pembelajaran dengan minat siswa adalah sangat penting dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengatahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada siswa tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya.
b.    Mendorong rasa ingin tahu
Guru yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelilhara rasa ingin tahu siswa didalam kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran studi kasus, diskoveri, inkuiri, diskusi, curah pendapat, dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu siswa.
                Jadi kelas yang kondusif adalah suatu kondisi pembelajaran dimana terciptanya suasana yang nyaman, aman, menyenangkan dalam kelas sehingga menciptakan kesadaran siswa untuk belajar.




                                                                Daftar pustaka



Komentar

Posting Komentar