A. Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas
1. Pengertian Prinsip Dalam Manajemen KelasPrinsip-prinsip manajemen kelas mengandung pengertian yaitu, proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif (Rachman, 1999:11). Pengelolaan kelas juga dapat diartikan sebagai segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sesuai dengan kemampuan (Ahmad, 1996:). 2. Permasalahan dalam Prinsip Manajemen Kelasa. Masalah IndividuMenurut M. Entang (1985:50) masalah manajemen kelas dikelompokkan menjdi dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok. Penggolongan masalah individual ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Jika seorang individu gagal mengembangkan rasa memiliki dan rasa dirinya berharga maka dia akan bertingkah laku menyimpang.Masalah individu muncul karena dalam individu ada kebutuhan ingin diterima kelompok dan ingin mencapai harga diri. Apabila kebutuhan-kebutuhan itu tidak dapat lagi dipenuhi melalui cara-cara yang lumrah yang dapat diterima masyarakat, maka individu yang bersangkutan akan berusaha dengan cara-cara lain.Menurut Rodolf Dreikurs (Rukman, Ade, 2006:58) perbuatan-perbuatan untuk mencapai tujuan dengan cara yang tidak baik digolongkan menjadi empat, yaitu:1. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain (attention getting behaviors). Seorang pesertadidik yang gagal menemukan kedudukan dirinya secara wajar dalam suasana hubungan sosial yang saling menerima biasanya (secara aktif ataupun pasif) bertingkah laku mencari perhatian orang lain. Tingkah laku destruktif pencari perhatian yang aktif dapat dijumpai pada peserta didik yang suka pamer, melawak (memperolok), membuat onar, memperlihatkan kenakalan, terus menerus bertanya,membadut (aktif), atau serba lamban. Tingkah laku destruktif pencari perhatian yang pasif dapat dijumpai pada peserta didik yang malas atau yang terus meminta bantuan orang lain.2. Tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan (power seeking behaviors). Tingkah laku mencari kekuasaan sama dengan perhatian yang destruktif, tetapi lebih mendalam. Pencari kekuasaan yang aktif suka mendekat, berbohong, menampilkan adanya pertentangan pendapat, tidak mau melakukan yang diperintahkan orang lain dan menunjukkan sikap tidak patuh secara terbuka. Pencari kekuasaan yang pasif tampak pada peserta didik yang amat menonjolkan kemalasannya sehingga tidak melakukan apa-apa sama sekali. Peserta didik ini amat pelupa, keras kepala, dan secara pasif memperlihatkan ketidakpatuhan.3. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain (revenge seeking behaviors). Peserta didik yang menuntut balas mengalami frustasi yang amat dalam dan tidak menyadari bahwa dia sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti orang lain. Keganasan, penyerangan secara fisik sepertimencakar, menggigit, menendang kepada temannya. Peserta didik seperti ini akan merasa sakit kalau dikalahkan, dan mereka bukan pemain-pemain yang baik misalnya dalam pertandingan. Peserta didikyang suka menuntut balas ini biasanya lebih suka bertindak secara aktif daripada pasif. Peserta didikpenuntut balas yang aktif sering dikenal sebagai peserta didik yang ganas dan kejam, sedang yang pasif dikenal sebagai peserta didik pencemberut dan tidak patuh (suka menentang).4. Peragaan ketidakmampuan (Helplessness). Peserta didik yang memperlihatkan ketidakmampuan pada dasarnya merasa amat tidak mampu berusaha mencari sesuatu yang dikehendakinya yaitu rasa memiliki yang bersikap menyerah terhadap tantangan yang menghadangnya; bahkan peserta didik ini menganggap bahwa yang ada dihadapannya hanyalah kegagalan yang terus menerus. Perasaan tanpa harapan dan tidak tertolong lagi ini biasanya diikuti dengan tingkah laku mengundurkan atau memencilkan diri. Sikap yang memperlihatkan ketidakmampuan ini selalu berbentuk pasif.
Untuk membedakan keempat tipe tersebut, dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap gejala yang muncul. Dreikurs dan Cassel mengajukan satu teknik yang cukup sederhana untuk mendeteksi gejala tersebut, dengan parameter sebagai berikut:1. Jika guru merasa terganggu oleh tindakan peserta didik, mungkin tujuan peserta didik adalah untuk mencari perhatian. 2. Jika guru merasa dikalahkan atau terancam, tujuan peserta didik tersebut mungkin untuk mencari kekuasaan. 3. Jika guru merasa sangat tersinggung, tujuannya mungkin untuk mencari pelampiasan dendam. 4. Jika guru merasa tidak berdaya, tujuan peserta didik mungkin untuk menunjukkan ketidakmampuannya.
B. KEBIJAKAN TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Kegiatan yang bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :Mengidentifikasi masalahPada langkah ini, guru mengenal atau mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar masalah tersebut guru mengidentifikasi jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.Menganalisis masalahPada langkah ini, guru menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang dan sumber-sumber dari penyimpangan itu.Selanjutnya menentukan alternatif-alternatif penanggulangannya.Menilai alternatif-alternatif pemecahanPada langkah ini guru menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam menanggulangi masalah.Mendapatkan balikanPada langkah ini guru melaksanakan monitoring, dengan maksud menilai keampuhan pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilihuntuk mencapai sasaran yang sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas balik ini dapat dilaksanakan dg denganngadakan pertemuan dengan para peserta didik.Maksud pertemuan perlu dijelaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan, semata-mata untuk perbaikan, baik untuk peserta didik maupun sekolah.
DAFTAR RUJUKAN
Asep Suryana, (2005), Makalah TECHNOLOGIES FOR RESTRUCTURED
Sangat membantu sekali materinya 👍😊
BalasHapusMaterinya bagus..smoga bisa diterapkan👍
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapusBagus sekali
BalasHapusMaterinya sangat membantu
BalasHapus